Cahaya terang masuk menerobos jendela. Tertangkap
mataku yang baru terbuka. Silau.
Wajah lembut perempuan yang terkulai di bantal
sebelah menyeret kesadaranku sepenuhnya.
Blizzz. Tiba-tiba pikiran gelisah tadi malam
masuk lagi ke dalam otakku. Udara di sekitarku rasanya berubah semua menjadi
karbon dioksida, tak ada oksigen yang bisa kuserap. Cahaya yang merengsek masuk
itu tak membantu, gelap kamar ini membuatku makin tak tenang. Dadaku seperti
samsak yang sedang dipukul, kenapa jadi sakit begini? Perasaan macam apa
ini?!
Ada sesuatu yang mendorong cairan di dalam
sekat-sekat mata ini keluar, aku tak tahan. Menangis.
Aku tahu, aku ingat tadi malam sebelum bisa
terlelap. Bunyi sesuatu yang pecah merenggut lamunanku.
Mereka berdua sedang berhadapan, si perempuan
dicengkeram lengannya oleh si lelaki. Perasaan sesak tiba-tiba masuk ke dadaku.





















